Tips Melindungi Data Pribadi dan Perbankan Anda

Tips Melindungi Data Pribadi dan Perbankan Anda

Pelanggaran data yang terjadi belum lama ini pada BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) memengaruhi sedikitnya 279 juta data penduduk Indonesia. Pelanggaran tersebut mengakibatkan peretas dapat mengakses nomor jaminan sosial, alamat, email dan nomor telepon. Peretas dapat menggunakan data/informasi tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan ilegal seperti Pinjaman Online (Pinjol), yang kemudian membebankan cicilan kepada pemilik data yang sebenarnya. Selain itu, peretas juga bisa membuat akun sosial media termasuk bersponsor/beriklan.

Pelanggaran data seperti yang terjadi pada BPJS Kesehatan adalah pengingat kuat bahwa setiap individu maupun organisasi pemerintah pun berpotensi rentan terhadap peretasan dan pencurian informasi pribadi. Tetapi ini semua sebenarnya dapat dicegah jika individu atau organisasi yang bersangkutan dengan data mampu mengubah beberapa kebiasaan dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk meningkatkan keamanan online demi meminimalkan risiko pencurian data pribadi yang bisa terjadi kapan saja.
 

Apa Itu Perlindungan Data dan Mengapa Itu Penting?

Perlindungan data adalah serangkaian metode dan proses yang dapat digunakan untuk mengamankan privasi dan integritas data.

Metode perlindungan data sangat penting untuk organisasi manapun yang mengumpulkan, menangani, atau menyimpan data pribadi. Metode yang tepat dapat membantu mencegah kehilangan, pencurian, dan meminimalkan kerusakan yang disebabkan jika terjadi peretasan atau bencana.
 

Apa itu Privasi Data dan Mengapa Itu Penting?

Privasi data adalah panduan tentang bagaimana data harus dikumpulkan atau ditangani, berdasarkan sensitivitas dan kepentingannya. Informasi individu yang sangat rentan biasanya berada pada Informasi Kesehatan, Keuangan (Bank), Nomor Induk Kependudukan (KTP), dan Nomor Jaminan Sosial.

Masalah data pribadi berlaku untuk semua informasi sensitif yang ditangani organisasi, termasuk pelanggan, pemegang saham, dan karyawan. Seringkali, informasi ini memainkan peran penting dalam operasi bisnis, pengembangan, dan keuangan.

Keamanan data pribadi membantu memastikan bahwa data sensitif individu atau organisasi hanya dapat diakses oleh pihak yang disetujui. Ini mencegah peretas untuk menggunakan data dan membantu memastikan bahwa organisasi memenuhi persyaratan peraturan.

Berikut ini cara melindungi data pribadi Anda:
 

1. Mempersulit orang lain untuk mendapatkan identitas Anda

Salah satu risiko terbesar dari pencurian data adalah peretas yang menggunakan informasi Anda untuk mengambil sejumlah pinjaman atau kredit atas nama Anda dan tidak pernah membayarnya. Anda mungkin tidak mengetahuinya sampai Anda dikunjungi oleh Debt Collector, dan pada saat itu, skor kredit Anda mungkin sudah buruk. Biro kredit menawarkan tiga cara untuk mencegah hal ini:

  • Peringatan penipuan berarti pemberi pinjaman seharusnya memverifikasi identitas Anda sebelum memberikan kredit. Peringatan penipuan ini gratis, tetapi harus diperbarui setiap 90 hari.
  • Pembekuan kredit melarang pihak ketiga mengakses laporan kredit Anda. Jika pemberi pinjaman tidak dapat menarik laporan kredit, peretas juga tidak bisa mendapatkan pinjaman atau kartu kredit atas nama Anda. Mungkin ada biaya untuk membekukan kredit, dan Anda harus meminta biro kredit untuk mencabut pembekuan jika dikemudian hari Anda ingin mengajukan kredit.
  • Kunci kredit mirip dengan pembekuan, tetapi Anda dapat melakukannya sendiri. Melakukan kunci kredit mungkin juga dikenai biaya.

 

2. Menggunakan kata sandi di perangkat pribadi Anda

Gadget seperti ponsel, tablet, dan laptop mudah hilang atau dicuri. Jika Anda tidak menggunakan kata sandi untuk masuk, maka aktor jahat bisa memiliki akses ke semua data kredensial Anda.
 

3. Menggunakan kata sandi yang kuat

Banyak masyarakat menggunakan kata sandi yang mudah diingat dan biasanya kata sandi tersebut disamakan pada setiap akun, misalnya sosial media dan perbankan.

Ini adalah perilaku yang berisiko tinggi karena peretas cukup mengetahui satu kata sandi untuk mengakses seluruh informasi Anda. Kata sandi yang kuat harus panjang dan acak. Pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi pengelola kata sandi untuk membuat peretas lebih sulit untuk mengakses akun Anda.
 

4. Mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (A2F)

Bank di Indonesia sudah mewajibkan nasabahnya mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (A2F), hal ini sangat baik karena ketika Anda masuk dari lokasi atau perangkat baru, Anda harus memasukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS ke ponsel Anda.

Jika akun keuangan online Anda belum mengaktifkan keamanan A2F, periksa pengaturan akun Anda untuk memastikan fitur A2F aktif di semua akun keuangan online Anda.
 

5. Jangan melakukan perbankan online pada WiFi Publik

Saat Anda menggunakan koneksi WiFi gratis di kafe, rumah sakit, atau tempat lainnya, Anda tidak tahu seberapa aman jaringan WiFi itu. Peretas bisa saja mengetahui aktifitas online Anda termasuk merekam keluar masuknya data dari dan ke WiFi publik. Kerenanya, melakukan perbankan online pada WiFi publik wajib dihindari jika Anda lebih mengutamakan keamanan data pribadi.
 

6. Perbarui perangkat lunak perangkat Anda dengan teratur

Perangkat lunak yang dimaksud termasuk sistem operasi, antivirus, dan aplikasi/game apapun yang ada di perangkat Anda.

Ancaman peretas dunia maya sering berubah dan berkembang dengan cepat, karenanya banyak produsen perangkat selalu memberikan notifikasi untuk melakukan pembaruan teratur pada produk mereka demi meminimalisir masalah keamanan dan pencurian data pribadi.
 

7. Jangan berikan informasi pribadi Anda di Telepon, SMS, atau Email

Jika Anda mendapat telepon, email, atau sms dari orang yang tidak dikenal, badan amal, pemerintah, atau yang mengaku saudara Anda dan meminta informasi pribadi Anda, cirigailah. Ada kemungkinan untuk mendapatkan informasi pribadi Anda.

Jika menurut Anda telepon, email, atau sms tersebut sah, carilah kebenarannya dengan teliti seperti menggunakan aplikasi Getcontact atau sejenisnya yang bisa mengetahui profil dari nomor telepon dengan mudah.
 

8. Berhati-hati saat membuka lampiran di Email atau mengklik tautan

Salah satu dari tindakan ini dapat menginfeksi perangkat Anda dengan malware bahkan spyware. Selalu gunakan antivirus terbaru untuk memastikan file dan tautan aman dari jebakan.

Anda tidak perlu menjadi pakar TI untuk melindungi data pribadi Anda. Cukup dengan berhati-hati saat berkomunikasi, transaksi keuangan online, dan siapkan beberapa stratrgi keamanan sederhana untuk melindungi data pribadi Anda.
 

9. Memeriksa situs web sebelum menggunakan layanannya

Sebelum memasukkan informasi pribadi ke situs web, lihat pada bagian kolom alamat dibrowser Anda. Jika muncul simbol gembok dan alamat situs web diawali dengan “HTTPS://”, artinya situs tersebut aman, sebaliknya jika di kolom alamat hanya menampilkan “HTTP://” Anda wajib waspada. Ada beberapa cara untuk menentukan apakah situs web aman dan dapat dipercaya, seperti mengeceknya menggunakan ScamAdviser atau melakukan pemindaian situs web dengan VirusTotal. Jangan lupa juga untuk membaca dengan cermat kebijakan privasi situs web tersebut, alamat, dan kontak.

 

Bagikan artikel ini ke:       


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *